Pengaturan Fotografi Konser Untuk Pemula!

 

Settings-1014x487_oktwk4Artikel asli diterbitkan di howtobecomearockstarphotographer.com oleh Matthias Hombauer.

Pengaturan fotografi konser yang benar akan sangat membantu Anda  untuk mendapatkan foto terbaik di area/venue konser yang kecil dan minim/sedikit cahaya. Modus otomatis pada kamera tidak banyak membantu dalam hal ini dan banyak dari fotografer pemula yang berakhir di tahap awal ini. Dalam artikel ini saya akan berbagi beberapa pengaturan dasar fotografi konser oleh Matthias Hombauer dan semoga ini dapat meningkatkan keahlian Anda  dalam foto konser dan sebagai fotografer konser.

Pengaturan fotografi konser terbaik untuk Pemula

SLANK-Canon-EOS-60D-135mm-f4-1100sec-ISO-800_mieubjSLANK Canon EOS 60D 135mm f4 1/100sec ISO 800

1. Apperture Priority (AV) dan Shutter Priority (TV)

Jika kita masih belum terbiasa dengan setting full Manual di kamera kita, coba lihat di kamera kita, adakah tulisan AV yang berarti Aperture Priority atau TV yang berarti Speed Priority? Bila terdapat 2 setting tersebut, pertama coba memotret dengan AV, ubah bukaan lensa ke nilai masimum , misalnya 2.8 atau 1.8, apakah Anda  mendapatkan hasil foto yang baik? AV atau aperture priority adalah setting semi otomatis dengan menggunakan pengaturan nilai Diafragma secara manual, dengan setting Kecepatan rana secara otomatis.  Atau kita bisa  menggunakan  setting TV/Shutter Priority yang memberikan kita pengaturan Aperture secara otomatis namun kita bisa mengatur nilai kecepatan rana/shutter speed nantinya. Pengaturan inilah yang saya pakai selama bertahun – tahun. Mengapa? Karena saya tidak ingin melewatkan moment – moment penting yang terjadi pada saat pertama kali belajar memotret foto panggung.

2. MENGGUNAKAN LENSA DENGAN APERTURE / DIAFRAGMA BESAR (F 2.8) 

“Use fast lenses and shoot them wide open”. Mungkin Anda pernah mendengar Quote/Kutipan ini dari fotografer konser. Karena intensitas cahaya di setiap  panggung tidaklah sama, (ada panggung yg intensitas cahayanya terang & ada pula  yg minim). Karena itu kita perlu mengatur aperatur/diafragma ke bukaan terbesar pada lensa misal: f1.8 atau f2.8. Ini memungkinkan cahaya masuk ke sensor lebih banyak dan merupakan salah satu pengaturan yang paling banyak dipakai untuk foto panggung . Hal ini bisa diakali dengan menggunakan lensa 50mm, prime lens terbaik yang memiliki aperture f1.4 atau f1.8 sedangkan untuk lensa tele/zoom yang baik memiliki aperture f / 2.8. Untuk pemula  saya sangat merekomendasikan f1.8 50mm.

NAVICULA Canon EOS 60D 122mm f4 1/80sec ISO 1250

3. MENGGUNAKAN SHUTTER SPEEDS KECEPATAN TINGGI

Ketika kita berada di sebuah konser dan kita dihadapkan pada  penampil atau performer hiperaktif (melompat atau bergerak) dari satu sisi panggung ke sisi lainnya, saran   saya adalah, biasakan mempelajari rekaman pertunjukan dari artis yang bersangkutan, biasanya artis akan memiliki setlist standar yang dapat kita pelajari arah gerak dan ekspresi yang bisa terekam dengan baik. Untuk mengabadikan penampil/performer yang seperti ini kita bisa menggunakan Shutter Speeds yang tinggi, misal: 1 / 200sec dan lebih cepat. Berbeda jika kita menghadapi  penampil/performer yang duduk di kursi dan nyaris tidak bergerak, kita dapat mencoba setting Shutter Speed dengan setting/pengaturan  1 / 60sec.

4. MENGGUNAKAN  ISO TINGGI

Untuk setting foto panggung, biasanya menggunakan ISO tinggi, mulai dari ISO 800 , tapi bila pencahayaan kurang, kita bisa naikkan nilai ISO kita ke nilai yang lebih tinggi, sesuai setting kamera kita, misalnya ke nilai 1600, 3200, 6400, walaupun nantinya akan menghasilkan  banyak noise dan grain yang dihasilkan, Oleh karena itu, usahakan untuk mengatur sensitivitas ISO Anda di nilai rendah atau tinggi sesuai kebutuhan.

THE S.I.G.I.T Canon EOS 40D f/2.8 1/125sec ISO 800

5. PENGGUNAAN SPOT METERING

Jika setting kamera kita memiliki  setting untuk mengubah tipe metering pencahayaan, sebaiknya kita ubah ke tipe “spot metering”. Hal ini untuk memusatkan sensitivitas kamera pada area yang terkena cahaya (yang terlihat pada jendela bidik) pada area yang terkena cahaya, sehingga lampu background tidak akan mempengaruhi tingkat eksposur  dari objek foto. Biasanya partial metering dan spot metering berguna untuk meningkatkan detail objek ketika artis terkena lampu sorot (spotlight) dari sisi depan.

6. AUTO WHITE BALANCE

Mengapa menggunakan pengaturan Auto White Balance? Untuk mendapatkan warna seakurat mungkin di foto  kita. Tata cahaya dan lampu di panggung memiliki pola atau patterns yang susah/gampang ditebak seiring dengan flow dari konsep pertunjukan.  Situasi cahaya dapat berubah  dalam hitungan detik. Kita tidak dapat mengubah pengaturan white balance pada kamera untuk tata cahaya yang berbeda, karena kita akan kehilangan moment . Namun , salah satu setting/pengaturan  foto panggung yang  saya gunakan adalah mode Auto White Balace. Kita masih dapat merubah seting white balance  saat pasca produksi.

FSTVLST Canon EOS 60D 50mm f2.8 1/80sec ISO 800

7. AUTOFOCUS

Autofocus atau Manualfocus? Saya pasti tidak akan merekomendasikan manual fokus untuk lensa yang Anda gunakan saat Anda pertama kali memotret foto panggung. Beberapa lensa  yang Anda gunakan mungkin memiliki masalah autofocus dalam situasi cahaya yang sangat minim, tapi prime lens Canon dan Nikon sudah mempunyai autofocus lensa yang sangat baik untuk kondisi cahaya minim/rendah.

8. PENGGUNAAN JPEG FORMAT

Menggunakan format JPEG berarti pada saat Anda memotret, kamera  sudah memproses foto dan Anda tidak perlu melakukan pengolahan pascaproduksi  foto sesudahnya. Format JPEG memiliki keterbatasan tapi sebagai langkah pertama itu baik-baik saja. Mengapa saya tidak menyarankan RAW? Saya memotret dengan menggunakan RAW 100%, tapi saya berfikir bahwa saat baru mulai, Anda mungkin tidak akrab dengan data post-processing RAW di Photoshop atau Lightroom. Jadi, gunakan JPEG di awal, baru beralih ke RAW.

SAINT LOCO Canon EOS 40D 42mm f2.8 1/160sec ISO 1600

9. PENGGUNAAN BURST MODE

Memotret dengan multi-shot/burst mode. Setting/pengaturan  ini memungkinkan Anda untuk memotret cepat dan banyak secata berturut-turut (tergantung pada frame per second dari model kamera Anda). Namun biasanya dari sekian banyak foto yang didapat dengan menggunakan mode ini, ada beberapa foto yang tidak fokus /blur. Mode ini bukanlah salah satu pengaturan yang harus Anda gunakan saat memotret foto panggung ini , tapi banyak membantu saya di awal.

10. JANGAN MENGGUNAKAN FLASH

Secara umum kita tidak diizinkan untuk menggunakan flash dalam foto panggung. Penggunaan  flash dari fotografer pasti akan sangat mengganggu si performer. Kalau satu dua mungkin tidak terasa. Tapi bagaimana jika yang membawa kamera ke acara tersebut puluhan atau ratusan orang? Pasti  kilat-kilat dari flash akan sangat mengganggu .

Penggunaan  flash untuk cahaya tambahan pasti akan merusak ambience. Suasana  panggung yang sudah dikonsep dengan warna-warna tematis dengan lampu-lampu spot yang beraneka ragam pasti akan rusak oleh nyala flash, sehingga  hasil yang di dapatkan pasti akan terasa datar tanpa terasa nuansa panggungnya.

Saran saya adalah untuk belajar foto panggung menggunakan cahaya yang tersedia. Di panggung – panggung/event kecil kita mungkin dapat menggunakan flash, tetapi jika Anda ingin mempelajari foto panggung dengan serius, Anda lebih baik terbiasa dengan pencahayaan minim dan pengaturan foto panggung yang baik (tanpa menggunakan flash.). Bagaimanapun, gambar yang dipotret dengan flash langsung dari depan tidak terlihat mengagumkan.

Superman Is Dead (SID) Canon EOS 60D 78mm f4 1/100sec ISO 800

 

Selamat, Anda sudah berhasil mempelajari 10  Pengaturan Konser Fotografi Untuk Pemula dari Matthias Hombauer.

Dengan memahami pengaturan foto panggung ini Anda bisa mendapatkan hasil yang mengagumkan bahkan ketika Anda baru memulai.

Jika Anda ingin mengetahui  lebih banyak tentang foto panggung, Anda dapat mengunduh ebook gratis  “The 5 secrets of concert photographers” di sini